DETEKSI TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTHS PADA PENDERITA GANGGUAN JIWA DI RSKD DUREN SAWIT
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah (KTI)
Author(s):
Dimas Trianggara
Tahun:
2023
Kode:
13453
NIM Mahasiswa:
1011201033
Nama Mahasiswa:
DIMAS TRIANGGARA
Nama Penulis:
Dimas Trianggara
Item Type:
Karya iImiah Mahasiswa (Tesis, KIAN, Skripsi, KTI, laporan PKL)
Additional Info:
Penguji 1: Dra. Mulyati, M.Si
Penguji 3 Dan pembimbing 2 Dzia Ulhaq Rohadatul Aisy, STr.Kes, M.Biomed
pembimbing 1 Dr. Siti Pratiekauri, Sp.ParK
Advisor:
ZURAIDA, SKM.,MKM
Keyword(s):
STH, Gangguan jiwa, Personal hygiene
Abstract :
Penyakit kecacingan akibat Soil Transmitted Helminths (STH) masih merupakan masalah kesehatan di dunia dan khususnya di Indonesia dengan prevalensi nasional sebanyak 20-50%. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kecacingan yaitu kebersihan personal, kebersihan lingkungan, serta sosial ekonomi salah satu masalah umum yang dialami oleh penderita gangguan jiwa adalah personal hygiene yang kurang baik karena kurangnya kemampuan untuk menjaga dirinya sendiri. Penelitian bertujuan untuk deteksi kecacingan akibat soil transmitted helminths (STH) pada penderita dengan gangguan jiwa di RSKD Duren Sawit.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data sekunder secara retrospektif dengan jumlah sampel 91 penderita dengan hasil penelitian didapatkan penderita positif STH berdasarkan usia 17-25 tahun yaitu 8 orang (8,79%). Berasarkan jenis kelamin didapatkan penderita positif STH berjenis kelamin laki-laki sebanyak 27 orang (46,6%) dan perempuan sebanyak 7 orang (21,2%). Hasil pemeriksaan telur cacing didapatkan 34 orang (37,4%) positif ditemukan telur cacing STH. Hasil identifikasi spesies didapatkan sampel positif Ascaris lumbricoides 22 sampel (24,2%), Trichiuris trichiura 16 sampel (17,6%), cacing tambang 3 sampel (3,3%), sedangkan Strongyloides stercoralis tidak ditemukan.
Kesimpulan penelitian didapatkan 34 penderita positif ditemukan telur cacing STH dengan kelompok usia terbanyak yaitu 17-25 tahun dan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki. Hasil identifikasi spesies telur cacing STH yang terbanyak pada penelitian ini adalah Ascaris lumbricoides. Saran perlu diwaspadai dan dilakukan deteksi infeksi kecacingan pada penderita ODGJ.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data sekunder secara retrospektif dengan jumlah sampel 91 penderita dengan hasil penelitian didapatkan penderita positif STH berdasarkan usia 17-25 tahun yaitu 8 orang (8,79%). Berasarkan jenis kelamin didapatkan penderita positif STH berjenis kelamin laki-laki sebanyak 27 orang (46,6%) dan perempuan sebanyak 7 orang (21,2%). Hasil pemeriksaan telur cacing didapatkan 34 orang (37,4%) positif ditemukan telur cacing STH. Hasil identifikasi spesies didapatkan sampel positif Ascaris lumbricoides 22 sampel (24,2%), Trichiuris trichiura 16 sampel (17,6%), cacing tambang 3 sampel (3,3%), sedangkan Strongyloides stercoralis tidak ditemukan.
Kesimpulan penelitian didapatkan 34 penderita positif ditemukan telur cacing STH dengan kelompok usia terbanyak yaitu 17-25 tahun dan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki. Hasil identifikasi spesies telur cacing STH yang terbanyak pada penelitian ini adalah Ascaris lumbricoides. Saran perlu diwaspadai dan dilakukan deteksi infeksi kecacingan pada penderita ODGJ.