Pengaruh Asuhan Kefarmasian Terhadap Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Dua Puskesmas Daerah Jakarta Timur
Categorie(s):
Tesis
Author(s):
Yeshi Mayasari, Prih Sarnianto, Yusi Anggriani
Tahun:
2018
Kode:
48402
Nama Penulis:
Yeshi Mayasari
Item Type:
Laporan Penelitian
Keyword(s):
Asuhan Kefarmasian, Kepatuhan, Kualitas Hidup, DM tipe 2, GDP
Abstract :
Asuhan kefarmasian merupakan rangkaian penatalaksanaan penyakit yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien DM. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah asuhan kefarmasian (berupa pelayanan informasi obat dan konseling oleh farmasis) dapat meningkatkan kepatuhan dan hasil terapi, sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Penelitian dengan desain quasi experimental non-equivalent control group Pretest-Posttest ini dilakukan terhadap 160 pasien DM tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu masing-masing 40 pasien Prolanis dan 40 pasien non-Prolanis rawat jalan dari Puskesmas Kecamatan Cipayung [yang diberi asuhan kefarmasian] dan 40 pasien prolanis dan 40 pasien non prolanis Puskesmas Kecamatan Kramatjati [kelompok kontrol, tanpa asuhan kefarmasian]. Pengambilan sampel untuk kelompok Prolanis dilakukan dengan metode total sampling, sementara untuk kelompok non-Prolanis dilakukan secara purposive sampling. Asuhan kefarmasian dilakukan terhadap kelompok perlakuan dengan cara memberikan edukasi terkait obat DM pada minggu ke-0, ke-4, dan minggu ke-8. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner MMAS-8 (kepatuhan) dan SF-36 (kualitas hidup) dan data gula darah puasa (GDP) dari catatan di laboratorium Puskesmas. Pengukuran tingkat kepatuhan (MMAS-8) dan kualitas hidup (SF-36) dilakukan pada minggu ke-0 (pre-test), sedangkan post-test pada minggu ke-12.Hasil penelitian berdasarkan karakteristik sosio-demografi pasien DM tipe 2 dilihat dari median pada kategori usia yang paling banyak yaitu pada usia 58 tahun dengan jenis kelamin perempuan, tingkat pendidikan SMA, dan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Untuk lama DM paling banyak yaitu dengan rentang 2-3 tahun sedangkan untuk nilai IMT terbanyak yaitu obesitas I. Pada uji Wilcoxon menunjukkan hasil yang signifikan (p