Uji Sensitivitas dan Uji Spesifisitas Metode Mikroskopis Terhadap Tes Cepat Molekuler (TCM) dalam Diagnosis Mycobacterium tuberculosis Pada Pasien Suspek TB Paru Di RS. Simpangan Depok
Categorie(s):
Journal
Author(s):
Imas Latifah, Zuraida Zuraida, Rima Dwi Sulistiawati, Ellis Susanti
Tahun:
2022
Kode:
13453
Nama Penulis:
Imas Latifah, Zuraida Zuraida, Rima Dwi Sulistiawati, Ellis Susanti
Item Type:
Jurnal
ISSN/ISBN:
2088-5687
eISSN/eISBN:
2745-6099
Keyword(s):
Mycobacterium tuberculosis, Sensitivitas, Spesifisitas, Suspek Tuberkulosis Paru
DOI:
https://doi.org/10.37012/anakes.v8i2
Abstract :
Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi didunia. Laporan TB WHO
tahun 2020 Indonesia merupakan negara tertinggi kedua dengan kasus Tuberkulosis. Metode yang
sering digunakan untuk pemeriksaan Tuberkulosis adalah pewarnaan Ziehl Nelseen karena
pemeriksaan yang sederhana, murah, cepat dan mudah. Tetapi memiliki kekurangan seperti
sensitivitasnya yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sensitivitas dan spesifisitas
mikroskopis pada pasien suspek Tuberkulosis paru di RS Simpangan Depok. Penelitian ini bersifat
deskriptif menggunakan data sekunder dari pemeriksaan mikroskopis BTA dengan Tes Cepat
Molekuler pada bulan Januari 2020 Juni 2022 sebanyak 31 sampel sputum dan dianalisis
menggunakan statistik uji sensitivitas dan spesifisitas. Didapatkan hasil positif pada TCM dan ZN
sebanyak 10, negatif pada TCM dan ZN sebanyak 13, negatif pada ZN dan positif pada TCM sebanyak
7, positif pada ZN dan negatif pada TCM sebanyak 1. Simpulan, didapatkan nilai sensitivitas
mikroskopis terhadap TCM sebesar 58,8% dan nilai spesifisitas sebesar 92,9%.
tahun 2020 Indonesia merupakan negara tertinggi kedua dengan kasus Tuberkulosis. Metode yang
sering digunakan untuk pemeriksaan Tuberkulosis adalah pewarnaan Ziehl Nelseen karena
pemeriksaan yang sederhana, murah, cepat dan mudah. Tetapi memiliki kekurangan seperti
sensitivitasnya yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sensitivitas dan spesifisitas
mikroskopis pada pasien suspek Tuberkulosis paru di RS Simpangan Depok. Penelitian ini bersifat
deskriptif menggunakan data sekunder dari pemeriksaan mikroskopis BTA dengan Tes Cepat
Molekuler pada bulan Januari 2020 Juni 2022 sebanyak 31 sampel sputum dan dianalisis
menggunakan statistik uji sensitivitas dan spesifisitas. Didapatkan hasil positif pada TCM dan ZN
sebanyak 10, negatif pada TCM dan ZN sebanyak 13, negatif pada ZN dan positif pada TCM sebanyak
7, positif pada ZN dan negatif pada TCM sebanyak 1. Simpulan, didapatkan nilai sensitivitas
mikroskopis terhadap TCM sebesar 58,8% dan nilai spesifisitas sebesar 92,9%.