Lingkungan dan Perilaku Hidup Sehat Terhadap Kejadian Pneumonia Usia Dewasa Di Indonesia (Analisis Data Riskesdas Tahun 2018)
Categorie(s):
Tesis
Author(s):
Sutrisno
Tahun:
2021
NIM Mahasiswa:
1076181012
Nama Mahasiswa:
Sutrisno
Nama Penulis:
Sutrisno
Item Type:
Karya iImiah Mahasiswa (Tesis, KIAN, Skripsi, KTI, laporan PKL)
Additional Info:
FAKULTAS KESEHATAN
PROGRAM STUDI MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS MOHAMMAD HUSNI THAMRIN
JAKARTA
MARET 2021
Advisor:
DR AJENG TIAS ENDARTI, SKM, M.Comm.H,Dr. dr BRIAN SRI PRAHASTUTI, MPH,Dr. Ir LILIS HERI MIS CICIH, M.Si,Dr. AJENG TIAS ENDARTI, SKM, M.CommHealth
Keyword(s):
Pneumonia, Usia Dewasa, Lingkungan, Perilaku Kesehatan,
Riskesdas
DOI:
0
Abstract :
Latar Belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kematian
dan kecacatan. Prevalensinya pada usia dewasa di Indonesia mengalami
peningkatan dari 1,5 persen menjadi 1,9 persen pada tahun 2013 dan 2018.
Tujuan: Untuk menganalisis hubungan lingkungan dan perilaku hidup sehat
dengan kejadian pneumonia usia dewasa di Indonesia.
Metode: Desain penelitiannya adalah cross sectional dengan pendekatan
kuantitatif, dengan menggunakan data Riskesdas 2018. Data dianalisis secara
deskriptif dan inferensial (regresi logistik biner).
Hasil: Responden usia dewasa (umur 26-45) sebanyak 285.688 orang.
Prevalensi pneumonia usia dewasa 1,9%. Karakteristik responden yang
mengalami kejadian pneumonia sebagian besar adalah dewasa akhir (36 45
tahun) sebanyak 149.193 orang, jenis kelamin laki-laki 132.309 orang,
pendidikan rendah 163.977 orang, dan status bekerja 210.057 orang. Kondisi
lingkungan rumah responden sebagian besar adalah tidak padat 243.078
orang, berjendela 174.357 orang, memiliki ventilasi 205.861 orang, dan
pencahayaan alami 175.006 orang. Dari perilaku hidup sehat, responden
paling banyak merokok 175.006 orang, dan tidak cuci tangan 118.474 orang.
Hasil analisis multivariat terdapat enam variabel yang berhubungan signifikan
dengan kejadian pneumonia yaitu jenis kelamin, status bekerja, kepadatan
hunian, jendela rumah, perokok pasif, dan merokok. Variabel yang paling
dominan hubungannya dengan kejadian pneumonia adalah jenis kelamin,
dengan odds ratio 1,4. Laki-laki dewasa mempunyai peluang terjadinya
pneumonia sebesar 1,4 kali lebih tinggi dibanding perempuan.
Rekomendasi: Perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat usia dewasa
terkait perilaku merokok, dan mencuci tangan. Selain itu edukasi terkait
kondisi lingkungan rumah tentang pentingnya membuka jendela rumah agar
terjadi sirkulasi atau pertukaran udara dan masuknya cahaya matahari.
dan kecacatan. Prevalensinya pada usia dewasa di Indonesia mengalami
peningkatan dari 1,5 persen menjadi 1,9 persen pada tahun 2013 dan 2018.
Tujuan: Untuk menganalisis hubungan lingkungan dan perilaku hidup sehat
dengan kejadian pneumonia usia dewasa di Indonesia.
Metode: Desain penelitiannya adalah cross sectional dengan pendekatan
kuantitatif, dengan menggunakan data Riskesdas 2018. Data dianalisis secara
deskriptif dan inferensial (regresi logistik biner).
Hasil: Responden usia dewasa (umur 26-45) sebanyak 285.688 orang.
Prevalensi pneumonia usia dewasa 1,9%. Karakteristik responden yang
mengalami kejadian pneumonia sebagian besar adalah dewasa akhir (36 45
tahun) sebanyak 149.193 orang, jenis kelamin laki-laki 132.309 orang,
pendidikan rendah 163.977 orang, dan status bekerja 210.057 orang. Kondisi
lingkungan rumah responden sebagian besar adalah tidak padat 243.078
orang, berjendela 174.357 orang, memiliki ventilasi 205.861 orang, dan
pencahayaan alami 175.006 orang. Dari perilaku hidup sehat, responden
paling banyak merokok 175.006 orang, dan tidak cuci tangan 118.474 orang.
Hasil analisis multivariat terdapat enam variabel yang berhubungan signifikan
dengan kejadian pneumonia yaitu jenis kelamin, status bekerja, kepadatan
hunian, jendela rumah, perokok pasif, dan merokok. Variabel yang paling
dominan hubungannya dengan kejadian pneumonia adalah jenis kelamin,
dengan odds ratio 1,4. Laki-laki dewasa mempunyai peluang terjadinya
pneumonia sebesar 1,4 kali lebih tinggi dibanding perempuan.
Rekomendasi: Perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat usia dewasa
terkait perilaku merokok, dan mencuci tangan. Selain itu edukasi terkait
kondisi lingkungan rumah tentang pentingnya membuka jendela rumah agar
terjadi sirkulasi atau pertukaran udara dan masuknya cahaya matahari.